oleh

Tanam Sayuran, Cara Warga Desa Rangda Manfaatkan Lahan Kosong

PANGKALAN BUN – Pandemi Covid-19 ternyata memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap tatanan kehidupan dan stabilitas ekonomi warga Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sekcam Arut Selatan Rangga Lesmana blusukan ke desa Rangda melihat secara langsung aktivitas warga yang memaksimalkan lahan di desa tersebut untuk bertanam sayuran, Selasa (17/11/2020).

Dengan keterbatasan akses, lanjut Rangga, sayuran-sayuran ini baru dijual di lingkungan desa dan perusahaan terdekat. Sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat, hal ini merupakan program Kades Rangda dan Ketua RT setempat beserta warga yang terlibat.

Baca Juga  Rapat Terakhir Bersama Komisi I DPR RI, Prabowo Pamit dan Mohon Maaf

Menurut Rangga Lesmana, dalam hal pemenuhan kebutuhan primer, berbagai analisa tentang ketersediaan dan kecukupan bahan pangan disampaikan oleh berbagai pihak agar masyarakat memiliki kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif.

“Saat akses sudah tembus melalui jalan desa, warga diharapkan mulai melirik pasar yang lebih luas untuk pemasaran hasil sayuran-sayuranya,” ucap Rangga Lesmana, kepada intimnews.com.

Baca Juga  Ini Alasan Di Balik Kebijakan Larangan Mudik Pemerintah

Desa Rangda pun turut andil dalam isu ketahanan pangan ini dengan meluncurkan berbagai program yang berorientasi terhadap ketahanan pangan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga.

Warga melakukan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami berbagai sayuran. Warga sangat antusias dalam bertanam sayuran, bisa lebih menghasilkan dan juga diharapkan mampu menghemat biaya pengeluaran untuk belanja kebutuhan pangan.

Baca Juga  Komaruddin Hidayat hingga Teuku Riefky Hadiri Malam Anugerah SMSI 2026 di Jakarta

Dengan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini, sehingga manajemen pengelolaan keuangan keluarga dapat lebih efisien. “Terlebih ditengah kondisi pandemi dan bahkan pasca pandemi yang diprediksi akan terjadi masalah kelangkaan dan kerawanan pangan,” imbuhnya. (Yus)

Komentar

News Feed