oleh

Bangun Food Estate Kementan Gelontorkan Anggaran Besar

Palangka Raya – Kementan untuk Kalteng  untuk membangun food estate, yakni sebesar 9,4 persen atau senilai 1,4 triliun dari total anggaran Kementan tahun 2021,” katanya di Palangka Raya, Jumat.

Ia menjelaskan untuk mengawal petani dan masyarakat, maka perlu adanya peningkatan kesejahteraan. Hal itu merupakan tujuan dari layanan Inspektorat Jenderal sebagai motor penggerak sistem pengendalian internal pemerintah, yakni mengawal semuanya agar terlaksana dengan baik.

“Peran kami yakni bagaimana mewujudkan penyelenggaraan program proyek di lingkup Kementan dijamun semuanya dilaksanakan dengan tata kelola yang baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Yayasan Pendidikan Dwima Sanaman Mantikei Komitmen Majukan Pendidikan

Untuk itu pihaknya mengharapkan dukungan dari semua pihak termasuk gubernur beserta jajaran, sehingga program ini menjadi contoh nyata terbangunnya pertanian maju, mandiri, modern serta bisa direplikasi di berbagai daerah.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri mewakili Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Kalteng berupa anggaran sekitar 9,4 persen dari total anggaran Kementan, sehingga pelaksanaan food estate dapat berhasil dan menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga  Abdul Razak-Sri Suwanto Pasangan Kuat di Pilkada Kalteng, Usung Visi Pembangunan Berkelanjutan dan Kolaboratif

Adapun perkembangan terkini dari rencana tanam lokasi eksisting pengembangan food estate seluas 30 ribu hektare yang mulai dilaksanakan 2020, yakni Pulang Pisau seluas 10 ribu hektare telah dilaksanakan olah tanah seluas 9.837 hektare dan sudah tanam 8.838 hektare.

“Kemudian di Kapuas seluas 20 ribu hektare telah dilaksanakan olah tanah 19.669,5 hektare dan yang sudah tanam seluas 9.900 hektare,” jelasnya.

Baca Juga  Ketua KPU Kalteng Masuk Daftar Saksi Kasus Hibah Pilkada Kotim

Sebagian wilayah masih belum sepenuhnya bisa dilaksanakan penanaman karena tingginya curah hujan yang mengakibatkan genangan air cukup tinggi.

Lebih lanjut dalam rapat terbatas pengawalan program Kementan RI tersebut dijelaskannya, areal lahan yang sudah ditanam periode Oktobee 2020, saat ini sudah siap dipanen dan diperkirakan puncak panen pada minggu kedua dan ketiga Februari 2021.(*/cr5)

 

Sumber : kalteng.antaranews.com

Komentar

News Feed