oleh

Di Tengah Gejolak Harga BBM, Warga Nilai Aktivitas PT IPP Tetap Stabil

PANGKALAN BUN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama solar nonsubsidi, mulai dirasakan dampaknya oleh berbagai sektor usaha, termasuk industri pertambangan. Lonjakan harga ini mendorong biaya operasional meningkat, terutama pada penggunaan alat berat dan distribusi logistik yang sangat bergantung pada BBM.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga di sekitar operasional perusahaan justru melihat situasi yang relatif stabil. Ketua RT 12 Sungai Rangit, Hadi Sutrisno, mengungkapkan bahwa aktivitas kerja di PT Irvan Prima Pratama (IPP) masih berjalan seperti biasa tanpa perubahan signifikan.

Menurut Hadi, banyak warga di lingkungannya yang menggantungkan pekerjaan di perusahaan tersebut. “Harga BBM kemungkinan sudah diperhitungkan oleh manajemen perusahaan, sehingga tidak berdampak langsung terhadap tenaga kerja di lapangan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT lainnya di wilayah sekitar, yang menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan pengurangan karyawan. Aktivitas keluar masuk pekerja tetap normal, bahkan beberapa warga mengaku masih menerima penghasilan rutin tanpa kendala berarti.

Baca Juga  Duet Endang Susilawatie - Nikodemus Dinilai Serasi di Pilkada Katingan

Bagi sebagian warga, keberlangsungan operasional perusahaan menjadi hal penting di tengah tekanan ekonomi saat ini. Mereka merasa terbantu karena perusahaan tetap menjaga stabilitas kerja, sehingga roda ekonomi masyarakat sekitar tetap bergerak.

Meski demikian, warga tetap berharap kondisi ini dapat bertahan dalam jangka panjang. Mereka menyadari bahwa kenaikan biaya operasional akibat BBM bisa saja berdampak di masa mendatang jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat.

Baca Juga  Gubernur Kalteng Sambut Kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin Di Palangka Raya

Sementara itu, Komisaris PT IPP, Kuncoro Candra Winata, menegaskan bahwa hingga saat ini operasional perusahaan masih berjalan normal.

Ia memastikan seluruh karyawan tetap bekerja seperti biasa, seraya menyebut perusahaan terus berupaya menjaga keseimbangan usaha di tengah tantangan kenaikan biaya energi. (Yus)

News Feed