oleh

Perkuat Industri Dalam Negeri, Mukhtarudin: Perpanjang Safeguard Ubin Keramik

PANGKALAN BUN – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperpanjang kebijakan safeguard keramik yang akan berakhir pada 11 Oktober 2021 mendatang.

“Jadi, saya kira pemerintah harus pro peningkatan industri dalam negeri ya,” tutur Mukhtarudin, saat di Konfirmasi via Seluler, Rabu (6/7/2021).

Dirinya mengaku kebijakan safeguard keramik yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.010/2018 tentang pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Terhadap Impor Produk Ubin Keramik tersebut hingga saat ini belum mampu membendung importasi keramik ke Indonesia.

Baca Juga  Rapimpurnas KNPI di Kalteng, Isu Pemisahan Pemuda dan Olahraga Menguat

Lanjut Mukhtarudin, pada rentang waktu 2018 hingga 2021 ini, bea masuk dikenakan pada keramik impor asal China, India, dan Vietnam, yakni sebesar 23 persen pada periode pertama, 20 persen pada periode kedua, dan periode terakhir 19 persen.

“Dukungan pemerintah sangatlah penting untuk mengatasi perlambatan industri dalam negeri akibat dampak pandemi covid 19,” terang Mukhtarudin.

Baca Juga  PH Jepang dan Kuncoro Jenguk Kamaruddin Simanjuntak, Titip Harapan untuk Segera Pulih

Mukhtarudin berharap pemerintah mesti menetapkan kebijakan yang pro-industri dalam negeri, dalam rangka meningkatkan produktivitas industri nasional.

“Saya minta pemerintah fokus meningkatkan nilai ekspor nasional, terutama dari sektor industri,” tegas Politikus Golkar asal Kalimantan Tengah ini.

Selain melalui instrumen safeguard, pria Kelahiran Kotawaringin Barat, Kalteng ini juga mendukung rencana Kemenperin Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengurangi jumlah Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) sehingga nantinya hanya terpusat pada badan di bawah pemerintah saja.

Baca Juga  Larangan Mudik, Kemenhub Bantu Beri Insentif Pelaku Usaha Jasa Transportasi

“Dengan begitu kita bisa tingkatkan daya saing industri nasional, menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi dan kompetitif di mancanegara,” pungkasnya. (Yusro)

Komentar

News Feed