oleh

Melawan Asap dengan Kasih: Jejak Kepedulian di Udara Kelabu

KALTENG.SIBERINDO.CO – Langit Kota Cantik kembali pekat oleh asap pada Selasa, 8 September 2026. Di tengah kondisi yang kian mengkhawatirkan itu, Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya turun ke jalan, membagikan masker langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Langkah ini lahir dari keresahan yang sama dirasakan banyak orang, yaitu udara yang semakin sulit dihirup akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Masker yang dibagikan menjadi cara paling sederhana untuk melindungi warga dari paparan asap, sekaligus pengingat agar setiap orang lebih waspada menjaga kesehatan pernapasan.

Bagi jajaran Penyelenggara Kristen, aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial di tengah situasi darurat. Ia menjadi bukti bahwa kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat tidak berhenti pada urusan ibadah semata, melainkan turut hadir ketika warga membutuhkan uluran tangan nyata.

Namun pembagian masker hanyalah satu sisi dari upaya yang lebih besar. Para penyuluh yang turun ke lapangan juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, sekaligus ikut ambil bagian dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan agar tidak terulang.

Baca Juga  Pemkab Kapuas Kontrol Ketat Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan Dan Ibadah

Kepala Penyelenggara Kristen, Fajar Embang, tidak menyembunyikan rasa bangganya melihat dedikasi para penyuluh yang rela turun langsung ke tengah kabut demi menyapa warga.

“Saya mengapresiasi kerja para penyuluh yang hadir di tengah masyarakat saat kabut asap. Pembagian masker ini sederhana, tetapi sangat membantu,” ujarnya.

Ia menambahkan sebuah ajakan yang terdengar sederhana namun sarat makna, agar setiap orang saling menjaga kesehatan, melindungi sesama, dan bahu membahu mencegah kebakaran hutan dan lahan yang kerap berulang setiap musim kemarau.

Baca Juga  Muzani: Prabowo Berkomitmen Jaga Kebhinekaan dan Persatuan Bangsa

Melalui gerakan bertajuk “Siaga Karhutla, Pakai Maskermu”, pesan itu coba disebarkan lebih luas, bukan hanya sebagai imbauan kesehatan, tetapi juga ajakan untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan tempat mereka tinggal.

“Jaga kesehatan, lindungi sesama dan bersama-sama kita cegah Karhutla,” begitu pesan yang terus digaungkan.

Selembar masker mungkin terlihat remeh di tengah krisis yang lebih besar. Namun dari benda kecil itulah kepedulian mulai ditumbuhkan, bahwa menjaga sesama, sesederhana apa pun caranya, adalah bentuk pelayanan yang sesungguhnya tidak pernah kecil.

News Feed