oleh

Efek Domino BBM Himpit Warga: Harga Melambung, Penghasilan Mandek

PANGKALAN BUN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali memicu efek berantai yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya berdampak pada biaya transportasi dan distribusi, lonjakan ini juga ikut mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok, membuat beban hidup warga semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Di lapangan, banyak warga mulai merasakan tekanan yang semakin nyata. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya cukup berjalan kini terlihat melambat. Pedagang kecil, buruh harian, hingga pekerja informal mengeluhkan pendapatan yang semakin sulit didapat, sementara kebutuhan rumah tangga terus meningkat dari hari ke hari.

Seorang pengusaha di Kotawaringin Barat, Kuncoro Candra Winata, mengungkapkan bahwa dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan masyarakat kecil, tetapi juga dunia usaha. Menurutnya, hampir semua sektor mengalami tekanan yang sama karena biaya operasional meningkat.

“Kenaikan BBM membuat kondisi semakin sulit. Mencari uang tidak mudah, sementara harga kebutuhan terus naik. Ini menjadi tantangan yang kita hadapi bersama,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Kenaikan harga bahan pokok pun terjadi secara bertahap. Mulai dari beras, minyak goreng, hingga sayur-mayur mengalami penyesuaian harga. Meski kenaikannya tidak selalu besar dalam satu waktu, namun jika diakumulasikan, beban yang ditanggung masyarakat menjadi cukup signifikan. Banyak keluarga akhirnya harus mengurangi jumlah belanja atau memilih alternatif yang lebih murah.

Baca Juga  Jalan di Arut Utara Rusak Parah, Perlu Perjuangan Ekstra untuk Siswa ke Sekolah

Sejumlah tokoh masyarakat menilai kondisi saat ini lebih berat dibandingkan sebelumnya. Mereka menyebut, pola yang terjadi hampir selalu sama—setiap kenaikan BBM diikuti lonjakan harga barang. Sementara itu, peluang untuk meningkatkan penghasilan justru semakin terbatas, sehingga masyarakat kesulitan menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.

Tekanan ini kini tidak hanya dirasakan oleh kalangan bawah, tetapi juga mulai menjalar ke kelas menengah. Banyak keluarga harus melakukan penyesuaian, mulai dari mengurangi konsumsi, menunda pembelian, hingga menghemat pengeluaran untuk kebutuhan yang dianggap tidak mendesak.

Baca Juga  Suami Istri ini Kompak Curi Belasan Motor di Pangkalan Bun, Bagi Peran saat Beraksi

Situasi ini menjadi gambaran nyata tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Di tengah kenaikan harga dan sulitnya mencari penghasilan, harapan masyarakat kini tertuju pada upaya menjaga stabilitas harga serta adanya kebijakan yang mampu memperkuat daya beli, agar kehidupan tetap bisa berjalan dengan lebih layak. (Yus/And)

News Feed